Yuk Posting Positif, ini Cara Adukan Konten Negatif di Media Sosial

Tandapagar.com – Saat ini, memang media sosial menyediakan fitur pelaporan konten negatif, seperti pornografi dan praktik perdagangan manusia, guna mencegah prostitusi daring (online).

Lalu, untuk masyarakat, jika mengetahui pelaku atau pemegang akun medsos maupun web prostitusi, masyarakat bisa langsung melapor kepada pihak kepolisian karena ini merupakan ranah dan tugas mereka sebagai aparat. Twitter sebenarnya telah menyediakan fitur pengaduan untuk melaporkan akun yang bermasalah.

Caranya sangat mudah. Silakan masuk menu http://support.twitter.com/forms, lalu perhatikan pada daftar pengaduan ‘report a violation’ dan pilih menu ‘reporting spam.’

Di Twitter, banyak akun porno dan prostitusi yang ditutup Twitter. Begitu pula, Bigo yang dahulu sempat ramai karena menjadi tempat transaksi. Dalam hal ini, Pemerintah sudah menindak dengan baik.

Selain itu, melalui situs www.kominfo.go.id Anda juga bisa melakukan pelaporan konten negatif tersebut. Lalu, bagaimana cara pelaporannya?

Lewat situs www.kominfo.go.id, nanti ada kolom aduan konten di sebelah kanan. Kedua, lebih mudah dengan langsung ke situsnya aduankonten.id. Langkah awal, masyarakat harus terlebih dahulu melakukan registrasi di aduankonten.id, di mana mengisi nama lengkap, alamat email, serta kata sandi.

Setelah itu, pelapor akan mendapatkan email dari Kominfo untuk diverifikasi sebelum mengadu konten negatif. Melalui email ini, pelapor akan diberikan notifikasi, aduannya sudah sejauh mana diproses oleh Kominfo. Di tahap laporan ini, pihak pelapor harus menyertakan URL, screenshot konten negatif, dan memberikan penjelesanan kenapa konten tersebut dinilai meresahkan.

Untuk diketahui, saat ini media sosial Twitter masih menjadi platform media sosial (medsos) yang paling banyak diadukan netizen ke Aduan Konten Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Jika melihat catatan Kominfo, angka pengaduan konten negatif di media sosial berlogo burung ini terus mengalami peningkatan.

Tahun 2016, aduan yang berhubungan dengan Twitter tercatat ada 3.211. Di 2017, angkanya meningkat drastis mencapai 521.530 aduan. Data per Desember 2018, meski tidak melonjak signifikan, jumlahnya tetap lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yakni 531.304 aduan.

Di urutan kedua pun masih ditempati Facebook dan Instagram yang dilaporkan sebanyak 11.740 kali.Posisi selanjutnya ada YouTube dan Google yang dilaporkan sebanyak 3.287 kali. Sementara situs-situs file sharing dilaporkan sebanyak 532 kali. Adapun aplikasi layanan pesan instan, yang terbanyak dilaporkan adalah Telegram sebanyak 614 laporan, sementara Line dan BBM masing-masing 19 dan 10 kali.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.