Waspadai 6 Kebiasaan ini yang Berpotensi Bikin Anda Obesitas

acehonline.info

Tandapagar.com – Kegemukan atau obesitas adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan penderitanya.

Tentu kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti stres dan depresi.

Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebih. Namun demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.

Obesitas bisa dikatakan sebagai awal mula penyakit kronis berbahaya. Penumpukan lemak di bagian tengah tubuh meningkatkan risiko terkena diabetes, hipertensi, gangguan jantung, dan pembuluh darah.

Obesitas dicirikan dengan indeks massa tubuh lebih dari 30. Kondisi ini bisa dihindari yang juga akan menekan risiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Obesitas adalah salah satu kondisi paling umum yang dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Seseorang berisiko tinggi mengalami kondisi ini jika tidak menjaga pola makan dan melakukan olahraga yang cukup.

Kegemukan biasanya diderita oleh orang-orang dengan pekerjaan administratif atau kantoran yang cenderung menerapkan gaya hidup sedentari, alias malas gerak. Anda dapat menjaga diri Anda dari kondisi ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Jadi, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut..

Berikut beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan obesitas dikutip dari Web MD, Selasa (6/11/2018).

1. Tidak sarapan

spiritriau.com

Ahli diet dari Weight Loss Clinic Kathleen Zelman menjelaskan, sarapan bisa dibilang sebagai makanan yang paling penting dalam keseharian. Tidak sarapan berisiko menurunkan produktivitas dan makan berlebih saat siang atau malam hari. Tidak sarapan juga menjadi faktor seseorang cenderung memilih hidangan siap saji, yang cepat dan mudah dikonsumsi meski tahu minim nutrisi.

2. Kurang tidur

Kurang tidur menyebabkan selalu merasa lapar meski sudah makan. Riset membuktikan, kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol yang mempengaruhi rasa lapar. Kurang tidur juga meningkatkan persediaan lemak dalam tubuh.

3. Amnesia makan

abiummi.com

Amnesia makan biasanya melibatkan televisi dan gadget. Kondisi ini serupa dengan kebiasaan makan manis setelah hidangan pokok. Ngemil sambil nonton mengakibatkan porsi tak terkontrol hingga akhirnya kelebihan makan.

4. Percaya jargon bebas lemak dan bebas kalori

detik.com

Zelman mengatakan, tidak ada hidangan yang sepenuhnya bebas lemak dan kalori. Termasuk camilan sehat yang kerap mengklaim diri mampu menekan risiko obesitas.

Zelman menyarankan selalu membaca label kandungan lemak dan kalori sebelum mengonsumsi makanan. Zelman juga menyarankan pembatasan asupan camilan dan menggantinya dengan buah dan sayur.

5. Belanja sebelum makan

nyoozee.com

Kebiasaan ini sebetulnya berlaku untuk semua aktivitas yang dimulai sebelum makan. Lapar mengakibatkan seseorang tak lagi selektif pada keseimbangan nutrisi hidangan.

Berbagai asupan dikonsumsi asal bisa mengatasi rasa lapar. Dalam kondisi ini, hidangan siap saji biasanya cenderung dipilih daripada sayur dan buah.

6. Tidak memperhatikan porsi makan

Menurut Zelman, seseorang cenderung makan semua yang disajikan meski porsinya terlalu besar. Porsi yang sesuai kebutuhan tubuh berbeda pada tiap individu. Bila sudah menemukan porsi yang tepat, Zelman menyarankan untuk selalu menerapkannya saat makan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.