Mengapa Rendang Jadi Makanan Terlezat Nomor 1 di Dunia?

PADA tahun 2017 ini, situs CNN Travel merilis kembali 50 makanan terlezat di dunia. Rendang dari Indonesia tetap masuk di urutan pertama.  Ini jadi kali kedua rendang masuk dalam makanan terenak pertama versi CNN Travel.

Sebelum tahun ini merebut gelar tersebut, pada Juli tahun 2011 CNN Go’s juga telah menobatkan rendang sebagai makanan terenak peringkat 11. Dan di September 2011, kemudian rendang naik hingga nomor 1. Di bulan Juli 2017, rendang tetap berada di posisi pertama.

Sebagaimana dikutup dari cnn.com, ini didapatkan dari suara terbanyak dalam jajak pendapat atau polling melalui Facebook. Ada lebih dari 35.000 suara yang memberikan vote, rendang jadi salah satu yang paling banyak.

Hasilnya, rendang khas Sumatera Barat kembali menduduki peringkat pertama.” Rendang is the best,” tulis seorang voter, Kamal F Chaniago. Voterlainnya, Isabela Desita menuliskan, “Rendang should be the first! It’s really nice, you should try!”

Tak hanya rendang, nasi goreng khas Indonesia juga menempati peringkat kedua. Sementara itu, makanan Nusantara lainnya yang masuk daftar adalah sate, yang menduduki peringkat ke-14.

Apakah Makanan Rendang?

Rendang asli Indonesia yang mendunia ini adalah rendang khas Minang. Berbeda dengan rendang Malaysia, rendang Minang punya tampilan yang kehitaman dan kering. Dengan perpaduan rempah asli tanah Sumatera Barat yang kental serta gurih. Rendang merupakan makanan berbahan dasar daging sapi yang bertekstur empuk dan lembut dengan bumbu kaya rempah yang pedas. Makanan ini bisa menggoda siapa saja yang memakannya.

Kenapa disebut dengan rendang?

Asal kata rendang berasal dari kata ‘marandang’ yang berarti proses memasak untuk menihilkan air atau menghabiskan air. Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa.

Saat memasak makanan yang satu ini, proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu.

Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Salah satu alasan mengapa rendang bisa menjadi juara sedunia, karena masakan ini mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santankelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak.

Selain itu, keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Banyak warung Padang tersebar di seluruh penjuru Indonesia menyajikan rendang. Selain populer di Indonesia, rendang dapat dijumpai di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu yang berbeda.

Sejarah adanya Rendang

Rendang berasal dari Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Sebagai masakan tradisi, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya.

Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Karena itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Dr. Gusti Asnan menduga, rendang telah menjadi masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16. “Karena perjalanan melewati sungai dan memakan waktu lama, rendang mungkin menjadi pilihan tepat saat itu sebagai bekal.”Hal ini karena rendang kering sangat awet, tahan disimpan hingga berbulan lamanya, sehingga tepat dijadikan bekal kala merantau atau dalam perjalanan niaga.

Rendang juga disebut dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak tahun 1550.

Perlu diketahui bahwa kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India. Karena diaduk terus-menerus, rendang identik dengan warna hitam dan tidak memiliki kuah.

Rendang kian masyhur dan tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau suku Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau selain bekerja sebagai pegawai atau berniaga, banyak di antara mereka berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seantero Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang serta hidangan Minangkabau lainnya secara meluas.

Rendang juga menjadi makanan yang disajikan khusus untuk hari raya Idul Adha. Banyaknya daging kurban membuat masyarakat Padang berlomba-lomba memasak rendang.

Nah, apakah Anda menyukai rendang? Kuliner terlezat nomor satu sejagad.

Dilansir dari CNN, Jumat (24/11/2017), berikut daftar 50 makanan terenak di dunia.

  1. Rendang, Indonesia
  1. Nasi goreng, Indonesia
  1. Sushi, Jepang
  1. Tom yam goong, Thailand
  1. Pad thai, Thailand
  1. Som tam, Thailand
  1. Dim sum, Hongkong
  1. Ramen, Jepang
  1. Bebek peking, China
  1. Massaman curry, Thailand
  1. Lasagna, Italia
  1. Kimchi, Korea
  1. Chicken rice, Singapura
  1. Sate, Indonesia
  1. Es krim, Amerika Serikat
  1. Kebab, Turki
  1. Gelato, Italia
  1. Croissant, Perancis
  1. Green curry, Thailand

20 Pho, Vietnam

  1. Fish n chips, Inggris
  1. Egg tart, Hongkong
  1. Bulgogi, Korea
  1. Fried rice, Thailand
  1. Cokelat, Meksiko
  1. Penang assam laksa, Malaysia
  1. Tacos, Meksiko
  1. Barbecue pork, Hongkong
  1. Chili crab, Singapura
  1. Cheeseburger, AS
  1. Fried chicken, AS
  1. Lobster (global)
  1. Seafood paella, Spanyol
  1. Shrimp dumpling, Hongkong
  1. Neapolitan pizza, Italia
  1. Moo nam tok, Thailand
  1. Potato chips, AS
  1. Warm brownie and vanilla ice cream (global)
  1. Masala dosa, India
  1. Bibimbap, Korea
  1. Galbi, Korea
  1. Hamburger, Jerman
  1. Fajita, Meksiko
  1. Laksa, Singapura
  1. Roti prata, Singapura
  1. Maple syrup, Kanada
  1. Fettucini alfredo, Italia
  1. Parma ham, Italia
  1. Lechon, Filipina
  1. Goi Cuon, Vietnam

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.