Ini Prediksi Perkembangan Teknologi Digital Versi IDC

teknologi.inilah.com

Tandapagar.com – Seperti yang kita ketahui bersama bahwa teknologi sudah sangat berkembang pesat. Mulai banyak bisnis yang juga berkembang lewat teknologi, seperti e-commerce, penyedia jasa layanan transportasi online, dan berbagai jenis start-up lainnya yang berbasis teknologi.

Dengan adanya teknologi kita tak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan waktu, hanya tinggal duduk manis di rumah, maka makanan atau kebutuhan kita yang lain bisa sampai ke rumah kita dengan selamat.

Karena perkembangan teknologi yang begitu pesat, dalam waktu beberapa tahun. Indonesia sekarang telah memiliki empat strat-up yang berhasil mendapat predikat unicorn (yaitu telah berhasil merahi valuasi di atas 14 Trilliun Rupiah).

International Data Corporation (IDC) Indonesia memiliki beberapa prediksi tentang apa saja perkembangan teknologi digital yang akan terjadi pada tiga tahun mendatang. IDC Indonesia berharap, membantu para perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

  1. Lebih Dari 40% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Akan Berupa Produk Digital

Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan 40% PDB Indonesia akan berupa produk digital, yang pertama adalah bagaimana dukungan pemerintah terhadap industri digital. Jika dukungan pemerintah tinggi, maka pertumbuhan industri digital juga akan tinggi. Yang kedua adalah bagaimana pertumbuhan teknologi start-up di Indonesia. Jika banyak start-up inovatif muncul di Indonesia maka akan terjadi petumbuhan industri digital yang baik. Yang terakhir adalah dengan munculnya teknologi baru, seperti Big data dan kecerdasan buatan (AI).

  1. Sekitar 20% Perusahaan Konvensional akan melakukan transformasi digital di semua lini bisnis
  2. Pengeluaran untuk layanan Cloud (software dan hardware) akan mencapai angka 3,8 Triliun Rupiah
  3. Sekitar 10% transformasi digital yang dilakukan oleh perusahaan konvensional akan melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI)

Perusahaan akan melibatkan AI untuk melakukan beberapa tugas, seperti: 1/ memanfaatkan AI di dalam aplikasi mobile. 2/ Membuat sebuah chatbot untuk melayani para pelanggan. 3/ Membuat perangkat robotic untuk meningkatkan efesiensi produksi.

  1. Pengembangan aplikasi oleh perusahaan konvensional nantinya akan beralih ke konsep microservice (hyperagile).
  2. Penggunaan interface yang memanfaatkan sensor biometik dan augmented reality (AR) akan meningkat pesat.

Bagaimana penggunaan sensor biometik dan AR?

Contoh penggunaan teknologi sensor biometik dan AR dapat kita jumpai di toko seperti Amazon Go dan Alfamind. Kedua toko ritel tersebut tidak memiliki sebuah kasir. Teknologi lah yang akan mencatat apa saja barang yang telah dibeli pelanggan.

  1. Lebih dari 10% perusahaan konvensional tanah air akan memanfaatkan teknologi blockchain

Teknologi blockchain adalah sebuah teknologi basis data global online yang dapat digunakan siapa saja dengan koneksi internet. Nantinya bidang-bidang yang akan menggunakan teknologi blockchain adalah jasa keuangan, distribusi barang, manufaktur, retail dan pemerintahan.

  1. Sekitar 15% perusahaan di Indonesia akan memperoleh pendapatan dari komersialisasi data (Data as a service)
  2. Jumlah developer yang tidak berasal dari latar belakang teknologi akan meningkat
  3. Mayoritas perusahaan di Indonesia akan menerima 20% interaksi digital untuk layanan mereka lewat Application Programming Interface (API).

Sumber: idtechasia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here