Ini Cara Jitu Atasi Anak yang Suka Pilih-pilih Makanan

http://tipscarabermanfaat.blogspot.co.id

Tandapagar.com – Sebagai orang tua, kita sering jengkel mengapa anak suka pilih-pilih makanan, atau maunya makan makanan yang tidak disajikan di meja makan. Jika kita tidak menurutinya, anak menolak untuk makan. Jika kita menurutinya, orangtua akan repot memasak makanan lain ataupun membeli makanan yang diminta oleh anak.

Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan ada banyak faktor yang menyebabkan anak jadi pilih-pilih soal makanan, termasuk dari sisi psikologi hingga pola makan ibu saat mengandung.

“Ada kalanya kondisi tertentu yang membuat dia tidak nyaman saat dia makan makanan tertentu. Misalnya saat makan sesuatu dia dipaksa, jadi trauma,” jelas Ayoe usai peluncuran es krim Joyday di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Ayoe, ada juga kemungkinan sang ibu kurang banyak menyantap variasi makanan saat hamil sehingga anak tidak tidak mengenal banyak rasa.”Variasi banyaknya makanan yang dimakan ibunya saat hamil mempengaruhi memori rasa pada anak,” Ayoe mengungkapkan riset-riset yang pernah ia baca.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengenalkan beragam jenis makanan baru sesering mungkin pada anak. Jangan ragu untuk mengeksplorasi resep dan bentuk agar makanan terlihat menggiurkan, misalnya bento di mana bahan makanan diubah menjadi bentuk binatang-binatang lucu.

Libatkan juga anak dalam memasak. Berikan tugas-tugas sederhana seperti memotong atau mengupas sayur. Keterlibatannya dalam proses memasak akan membuatnya lebih tergerak untuk mencicipi makanan tersebut.

Sementara, dalam curhatan yang ada di laman Kids Activity, seorang ibu berbagi cerita bahwa secara tak sengaja ia telah membesarkan anak yang suka pilih-pilih makanan. Berat untuk mengakui. Terkadang, cara kita mendidik anak memang jadi boomerang buat orangtua.

Memaksa anak memakan makanan yang tidak ia suka membentuk sebuah pengalaman buruk bagi anak. Hal ini dapat membuat anak enggan mencoba makanan itu.

Saat anak tak mau makan di saat seharusnya dia makan, bersikaplah tenang menghadapinya. Tarik nafas dalam-dalam… dan mundur pelan-pelan. Katakan padanya, “Oke. Kalau adek tak mau makan, ya sudah. Makannya nanti saja.”

Biarkan ia belajar mendengarkan pemakluman anda atas sikapnya.

Cemilan atau minuman seperti susu dan jus akan membuatnya kenyang. Cobalah untuk membuat anak lapar dengan tidak memberinya apapun dalam waktu dua jam sebelum waktu makan. Anak yang kelaparan akan memakan apapun yang ada di depannya.

Biasanya anak akan menolak makanan yang baru dilihatnya pertama kali. Jangan menyerah. Cobalah tawarkan 10 sampai 15 kali di waktu dan kesempatan yang berbeda.

Setelah 10-15 kali percobaan biasanya barulah anak menyadari bahwa makanan tersebut lezat. Jadi jangan langsung menyatakan anak tidak suka makanan tertentu dari 1-2 kali percobaan ya, Parents.

Tak mungkin meminta anak untuk memakan sayuran sehat jika anda sendiri justru senang makan French Fries dari restoran cepat saji. Anak cenderung akan memakan apa yang biasa orangtuanya makan.

Orangtua sering menginginkan anak untuk makan banyak. Pahamilah berapa banyak kapasitas lambung anak. Menyajikan makanan dalam porsi besar justru membuat anak malas menyentuh makanannya.

Selain itu, anak umumnya suka porsi-porsi kecil yang bisa dipegang sendiri dengan tangan mungilnya. Tawarkan setiap bagian makanannya sedikit-sedikit, gunakan ice tray atau tempat membuat es untuk menambah rasa penasaran anak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.