Dikabarkan Tutup Layanan, Path Jadi Kenangan Banyak Warganet

Tandapagar.com – Salah satu media sosial berbagi momen yang sempat hits di Indonesia, Path, dikabarkan akan ditutup. Path mengumumkan ditutupnya layanan tersebut. Dalam unggahan di aplikasinya, media sosial yang sempat populer di Indonesia itu menyebut “The Last Goodbye” (selamat tinggal yang terakhir).

Informasi ini berasal dari salah satu akun pengguna Twitter @wowadit, ia menyampaikan kalau media sosial yang identik dengan warna merah menyala itu akan berhenti.

Unggahan ini disertai dengan ucapan penyesalan kepada penggunanya bahwa layanan Path akan berhenti beroperasi. Mereka juga mengimbau pengguna untuk mengunjungi situs mereka agar mendapat penjelasan lebih detil untuk melakukan pengembalian dana dan data.

Unggahan ini disertai gambar ikon-ikon Path yang berdiri berjajar disertai tulisan selamat tinggal. Di dalam tangkapan gambar yang dibagikan @wowadit, tampak pengumuman Path kepada pengguna yang menjelaskan kalau media sosial ini benar-benar akan ditutup.

Pengumuman itu juga disertai embel-embel “The Last Goodbye”. Tampaknya, pengumuman ini ditampilkan kepada pengguna yang masih memakai aplikasi Path.”Kami dengan sangat menyesal harus menginformasikan kalau Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs ini untuk detail terkait restore atau refund,” tulis pihak Path.

Belum bisa dipastikan, apakah pengumuman itu menandakan Path benar-benar ditutup secara utuh, atau ‘ditutup’ dan akan berganti ke wajah baru. Yang pasti, kabar akan ditutupnya Path menyisakan ‘duka’ yang mendalam bagi pengguna dan mantan penggunanya.

Wajar saja, Path sempat menjadi salah satu media sosial kesayangan di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis pengguna Path terbanyak. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi dari Path mengenai kabar tutupnya layanan darinya. Akun Twitter resminya pun tampak sudah jarang menggunggah kicauan.

Jika diperhatikan, cuitan terakhir akun Twitter dengan pengikut 2,63 juta itu adalah pada Mei lalu. Sejumlah warganet yang mention ke akunnya soal kabar penutupan itu pun sampai saat ini tampak belum digubris olehnya.

Sebagai informasi, Path sendiri dibuat pada 2010 di San Francisco, Amerika Serikat oleh Dave Morin, Shawn Fanning, Dustin Mierau. Awalnya Path dibuat sebagai jejaring sosial pribadi. Sebab, di awal kehadirannya, Path membatasi jumlah orang yang bisa terkoneksi hanya 150 orang saja.

Di awal tahun 2014, Path pernah menimbulkan polemik. Karena sempat mendapat investasi dari Bakrie Global Group asal Indonesia dalam pendanaan Seri C pada Januari 2014.

Selain Bakrie Global Group, sejumlah investor juga terlibat dalam pendanaan tersebut, antara lain Greylock, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital. Mereka memberi total pendanaan senilai US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar.

Path kemudian dijual ke perusahaan DaumKakako pada Mei 2015. Namun hingga setahun berada di bawah DaumKakao, aplikasi ini juga tak alami kemajuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.