Begini Cara Tepat Mencuci Botol Minuman Agar Tetap Sehat Bebas Kuman

Tandapagar.com – Meski hanya diisi air, ternyata botol minuman atau pun tumbler bisa jadi tempat perkembang biakan kuman. Cegah dengan cara pencucian botol yang benar.

Spesialis mikrobiologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Yulia Rosa Saharman, Sp.MK, mengatakan botol yang baru saja dicuci sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu dan jangan langsung diisi dengan air minum.

Meski secara kasat mata terlihat bersih, apalagi bila selama ini hanya diisi air mineral, botol air minum juga berpotensi jadi tempat bakteri berkembang biak, kata Yulia.”Bakteri menyukai tempat yang lembab,” ujar Yulia dalam peluncuran Scotch-Brite Bottle Cleaner di Jakarta, Rabu (29/11/2018) dikutip dari Antara.

Yulia mengemukakan, terdapat riset dari peneliti di Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, yang membandingkan kadar kuman pada botol yang dibawa mahasiswa dengan kadar kuman di dudukan toilet. “Ternyata, jumlah bakteri di botol lebih banyak daripada yang ada di toilet seat,” ujar dia.

Cara mencegah mikroba berkembang biak di botol minum adalah mencucinya dengan benar. Hal itu bakal mengurangi jumlah bakteri, meminimalisasi risiko munculnya penyakit akibat mikroba seperti sakit perut.

Menurut Yulia, air dan sabun saja tidak cukup untuk mengeluarkan bakteri dari dalam botol. Sekadar mengocok isi botol dengan air panas juga belum cukup.

Harus ada sikat botol atau spons khusus untuk menyapu permukaan dalam botol yang sulit terjangkau dengan spons biasa.”Terutama untuk menyikat bagian dalam, dasar botol sampai tutup botol,” jelas Yulia.

Yulia Rosa Saharman, Sp.MK menjelaskan, membiarkan spons tergenang di bak cuci piring merupakan kesalahan karena membuat bakteri berkembang biak.

Yulia mengatakan, spons yang baru dipakai harus segera dibersihkan dari busa-busa sabun yang tersisa, kemudian dikeringkan, karena jika dibiarkan tergenang akan membuat bakteri berkembang biak dengan bebas.”Setelah dicuci, tidak boleh sama sekali memasukkannya lagi ke air sabun karena bakteri suka tempat lembab, mudah tumbuh di situ,” kata Yulia.

Menurut studi Scientific Reports pada 2017, peneliti menemukan ada 362 jenis bakteri yang bersembunyi di celah-celah spons.

Mereka bersembunyi hingga 45 miliar per sentimeter persegi, sama dengan jumlah yang ditemukan dalam sampel tinja. Mengeringkan spons setelah digunakan sama dengan meminimalisasi potensi bakteri berkembang biak pada benda yang digunakan untuk membersihkan peralatan makan.

Yulia menyarankan untuk menaruh spons dalam tempat khusus yang kering sehingga tidak tercampur dengan air sabun. Berdasarkan penelitian, spons cuci piring sebaiknya diganti sepekan sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.