mencegahpenyakit.com

Waspadai Penyakit Kardiovaskuler Tanpa Kompromi

Posted on

Menurut data statistik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari total angka kematian yang ada (41.590) di Indonesia, 21,1 persen diantaranya disebabkan Stroke dan 19,1 persen dikarenakan penyakit jantung koroner.

Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi penderita penyakit kardiovaskular cenderung meningkat yaitu dari 8,3 per 1000 pada 2007 menjadi 12,1 per 1000 pada 2013.

Prevalensi penyakit kardiovaskular pada laki-laki dan perempuan cenderung setara di semua tingkat status ekonomi, tidak aneh bila di Indonesia penyakit kardiovaskular ini semakin meningkat tiap tahunnya.

Penyakit kardiovaskular memang sangat mematikan, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah efeknya. Pendeteksian gejala sedini mungkin, dapat menjadi solusinya, permasalahan kardiovaskular seringkali muncul dengan beberapa gejala dimulai dari rasa berat pada tengkuk dan pegal pada pundak, sakit kepala, mudah mengantuk, mudah lelah hingga sering merasa kesemutan, semua gejala tersebut akibat peredaran darah yang tidak lancar, bila mulai merasakan hal tersebut, itu pertanda sudah saatnya kita memutar pola hidup.

Ada beberapa tempat nyeri pada gangguan jantung yaitu di belakang tulang dada yang menjalar ke leher, lalau ke bahu dan lengan, ada juga di bagian dada lalu ke rahang dan dibawah ulu hati. Ada dua macam stroke yang bisa mengancam yaitu stroke perdarahan dan sumbatan. Perdarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak, sedangkan sumbatan timbulnya kematian pada sel.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko pada penyakit stroke seperti hipertensi, merokok, diabetes, diet tidak tepat, obesitas dan kurangnya olahraga. Menurutnya ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular seperti aktif bergerak, stop merokok, kontrol kolesterol, dan manage hipertensi.

Ada beberapa makanan yang benar-benar jadi pantangan yang bisa menimbulkan kolesterol seperti cumi-cumi, kuning telur ayam, otak sapi atau jeroan dan telur burung puyuh. Cara mengolah makanan juga penting, jangan makan gorengan dan jangan pakai minyak yang dipakai berulang.

Makanan yang baik untuk kesehatan kardiovaskular adalah yang tinggi serat karena bisa mengusir lemak jenuh seperti sayur, kacang, roti gandum, jangan lupakan juga kalsium vitamin D, omega 3 yang terdapat pada ikan salmon dan yang mengandung antioksidan seperti buah dan sayur.

Polusi udara yang semakin akrab dengan orang yang tinggal di kota-kota besar memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan organ tubuh. Pasalnya, cemaran udara ini terkait dengan kualitas kinerja detak jantung dan penggumpalan darah di paru.

Menurut hasil riset terbaru yang dilakukan peneliti di Inggris, dampak polusi udara pada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke sangat jelas. Para ilmuwan menganalisis data dari England dan Wales. Ditemukan bahwa polusi udara secara khusus berbahaya bagi orang – orang lanjut usia (lansia).

Sebuah tim dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menganalisis data di England dan Wales pada periode 2003 hingga 2009 dan hubungannya dengan masalah kardiovaskuler dan polusi udara jangka pendek. Mereka menemukan bahwa polusi udara jangka pendek terkait dengan aritmia (irama jantung yang tidak normal) dan penggumpalan darah di paru-paru. Hasil riset menunjukkan hubungan terkuat terjadi pada lansia wanita berusia di atas 75 tahun.

“Kami menemukan sejumlah bukti efek polusi udara terhadap denyut jantung yang tidak normal, tapi tidak ada bukti kuat atas dampak polusi udara pada stroke atau serangan jantung yang pada akhirnya menunjukkan proses penggumpalan darah,” kata Ketua Riset Dr Ai Milojevic, dilansir dari laman BBC, Selasa (31/5/2016).

Sebagaimana hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Heart, British Heart Foundation bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan polusi udara bisa membuat kondisi jantung dan sirkulasi darah, termasuk serangan jantung, memburuk pada orang-orang yang memang rentan.

Semangka diyakini mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler seperti pengerasan arteri (aterosklerosis). Aterosklerosis adalah suatu kondisi berupa akumulasi lemak di sepanjang dinding arteri. Lemak ini kemudian mengental, mengeras, dan akhirnya mempersempit saluran arteri sehingga mengurangi suplai oksigen maupun darah ke organ-organ tubuh.

Kumpulan lemak yang mengeras di dinding arteri itu disebut plak. Bila menutupi saluran arteri sepenuhnya, jaringan yang disuplai arteri akan mati. Bila arteri jantung tersumbat, pasien bisa terkena angina, serangan jantung, gagal jantung kongestif, atau irama jantung abnormal. Bila arteri otak yang tersumbat, pasien bisa terkena stroke, baik ringan ataupun berat.

Menurut peneliti dari University of Kentucky telah mengklaim hasil penelitian yang menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. Tikus yang menjalani diet kolesterol tinggi yang diberi jus semangka selama delapan minggu, memiliki berat badan lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok tikus yang hanya diberi air. Penurunan itu disebabkan adanya penurunan massa lemak.

Konsentrasi plasma kolesterol secara signifikan terlihat lebih rendah seiring dengan berkurangnya konsentrasi kolesterol lipoprotein sederhana dan menengah. Terungkap pula hewan tersebut juga mengalami penurunan signifikan secara statistik pada lesi aterosklerosis.

Sumber: Gulalives.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *