Ragam Manfaat Terapi Tertawa yang Harus Diketahui

TERNYATA tertawa yang menyembuhkan itu cukup dilakukan satu menit secara konstan dalam bentuk Terapi tawa. Ini  merupakan metode terapi dengan menggunakan humor dan tawa dalam rangka membantu individu menyelesaikan masalah mereka, baik dalam bentuk gangguan fisik maupun gangguan mental. Penggunaan tawa dalam terapi akan menghasilkan perasaan lega pada individu.

Terapi tertawa atau yoga tawa adalah terapi yang diyakini mampu membangkitkan semangat hidup, sekalipun kita dalam kondisi stress.

Sebagai informasi, lebih dari 70% penyakit mempunyai hubungan dengan stress, diantaranya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kecemasan, depresi, batuk dan flu kronis, gangguan syaraf, insomnia, gangguan pencernaan, alergi, asma, colitis, gangguan haid, migrain bahkan kanker.

Dalam terapi tertawa tidak menggunakan humor sebagai sebab untuk membuat seseorang tertawa tetapi dalam terapi tertawa hanya menggunakan tawa sebagai sebuah sebab yang membantu orang menyingkirkan rasa takut dan malu mereka serta membuat mereka menjadi lebih terbuka dan mulai melihat kelucuan hidup.

Tertawa akan mengurangi tingkat stress tertentu dan menumbuhkan hormon penyeimbang yang dihasilkan saat stress. Tawa adalah salah satu cara terbaik untuk mengendurkan otot, tawa dapat memperlebar pembuluh darah dan mengirim lebih banyak darah hingga ke ujung-ujung dan ke semua otot di seluruh tubuh. Satu putaran tawa yang bagus juga mengurangi hormon stress, epineprin dan cortisol. Bisa dikatakan tawa adalah sebentuk meditasi dinamis atau relaksasi.

Bahkan, Tawa memang membantu mengontrol tekanan darah dengan mengurangi pelepasan hormon-hormon yang berhubungan dengan stress dan dengan memberikan relaksasi. Dalam eksperimen telah dibuktikan bahwa terjadi penurunan 10-20 mm tekanan setelah seseorang penderita mengikuti 10 menit sesi tawa.

Selain itu, sebuah manfaat yang didapatkan oleh hampir setiap orang adalah perasaan enak. Penyebab dari perasaan enak ini adalah karena anda menghirup lebih banyak oksigen saat tertawa. Menurut Dr. William Fry dari Universitas Stanford, satu menit tertawa sebanding dengan sepuluh menit melakukan latihan mendayung. Dengan kata lain, tawa merangsang jantung dan sirkulasi darah dan sama dengan latihan aerobik.

Manfaat kecantikan, tawa merupakan latihan yang sangat bagus untuk otot-otot wajah anda. Tawa mengencangkan otot-otot wajah dan memperbaiki ekspresi wajah. Ketika tertawa, wajah anda tampak merah karena peningkatan pasokan darah yang menyegarkan kulit wajah dan membuat kulit wajah tampak cerah. Orang-orang yang suka tertawa tampak lebih cerah dan menarik.

Manfaat Terapi Tawa untuk Anak-anak

Sesi tawa rutin akan meningkatkan pasokan oksigen untuk memperbaiki fungsi mental dan prestasi akademis seorang anak. Sesi tawa akan mengurangi stress saat ujian. Bahkan sebelum memasuki ruang ujian, anak-anak perlu dibuat tertawa selama sekitar sepuluh menit untuk mengurangi kecemasan.

Selain itu, terapi tawa akan meningkatkan stamina dan kapasitas pernapasan untuk membantu anak-anak unggul dalam kegiatan olah raga. Kegiatan ini akan sangat mengendurkan syaraf sebelum kegiatan olah raga kompetitif. Anak-anak akan lebih jarang terserang penyakit batuk, pilek, infeksi kerongkongan dan pernapasan, karena tawa membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang baik melawan semua infeksi.

Manfaat Terapi tawa untuk Lansia

Mahasiswi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Umitra Lampung Ella Putri melakukan kajian ilmiah mengetahui pengaruh terapi tertawa untuk mengurangi kondisi stres psikologis dialami warga lanjut usia.

Menurut Ella, di Bandarlampung, Kamis (16/11/2017), seperti dikutip Antara, diketahui sebanyak 60 persen warga lanjut usia (lansia) mengalami permasalahan secara psikologis.

Sebanyak 30 persen lansia mengatakan sedih karena merasa keluarga meninggalkan dia dengan kesibukan masing-masing, 30 persen lansia lainnya merasa menjadi beban bagi keluarga karena keterbatasan kemampuan yang dimilikinya sekarang.

Jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas di Kota Bandarlampung sebanyak 58.902 orang, sedangkan di Kabupaten Tulangbawang sebanyak 35.708 orang lansia. Ella menjelaskan, dari 60 persen lansia tersebut alternatif yang akan diberikan adalah terapi tertawa.

Mahasiswi Program Studi Keperawatan STIKes Umitra itu, didampingi pembimbingnya Dwi Agustanti SKep MKep SpKom melakukan kaijian ilmiah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap stres psikologis pada lansia di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang tahun 2017.

Populasi kajian mahasiswi asal Tanah Abang, Bunga Mayang itu sebanyak 239 orang lansia, dan sampelnya berjumlah 24 orang yang diambil dengan teknik purposive random sampling

Hasil kajian itu, menurut Ella, diketahui ada pengaruh teknik terapi tertawa terhadap stres psikologis dialami lansia.

“Dengan penurunan sebesar 5,87 poin, dapat digunakan sebagai salah satu intervensi mandiri perawat yang ada di desa dalam penatalaksanaan pengaruh teknik terapi tertawa untuk menurunkan stres psikologis pada lansia,” kata lulusan MAN 1 (Model) di Sukarame, Bandarlampung itu pula.

Ia mengungkapkan pula suka dukanya dalam melakukan kajian tentang terapi tertawa ini. “Saya jadi mengenal beberapa jenis tertawa, seperti tertawa ngakak, sampai berdehem,” ujarnya pula.

Dr H Andi Surya, Ketua Yayasan Mitra Lampung mengapresiasi dengan banyak kajian-kajian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswanya.

“Peningkatan jumlah lansia berumur panjang tentunya mempunyai dampak lebih banyak terjadi gangguan penyakit pada lansia. Lansia akan mengalami berbagai masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Salah satu masalah psikologis yang dapat dialami oleh lansia adalah stres,” katanya lagi.

Salah satu jenis terapi yang dapat menimbulkan relaksasi, sehingga dapat mengurangi stres yaitu terapi tertawa.

“Semoga kajian ini bisa melengkapi kajian-kajian sejenis sebelumnya yang pernah ada, dan bila dimungkinkan harus dikaji lagi dari beberapa variabel lainnya,” kata Andi yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Lampung itu pula.

Langkah terapi tawa

Terapi Yoga Tertawa itu gabungan antara gerak, nafas dan tawa. penyakit disebabkan oleh pikiran yang berasal dari penderitaan.

Pikiran tegang membuat stres, sering khawatir, cepat marah dan mudah tersinggung, ragu-ragu mengambil keputusan, susah tidur, penyakit maag, jantung dan mengganggu pernafasan.  Bila tak sempat mengikuti terapi di luar, Anda pun bisa menerapkannya di rumah.

Langkahnya adalah diawali dengan Tertawa. Peserta duduk di atas matras lalu mengikuti arahan dari instruktur sehingga menghasilkan tawa. Tertawa juga bisa dilakukan di rumah selama satu menit pada pagi hari dan sore hari atau kapanpun dan di manapun merasa perlu tertawa.

Kemudian dilanjutkan dengan menari. Menari merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Menari diiringi musik tarian Bali dengan tertawa sesekali. Menari bebas tanpa terikat pakem tarian yang ada.

Selanjutnya adalah bernyanyi. Bernyanyi dapat membangkitkan rasa bahagia. Layaknya anak taman kanak-kanak, kebahagiaan itu hadir ketika mengeluarkan suara bernada bersama-sama.

Dilanjutkan dengan Yoga. Yoga dilakukan untuk menyeimbangkan tubuh sebelah kiri dan kanan. Yoga untuk mengatur nafas dan gerak. Ini dapat membangkitkan ketenangan jiwa.

Terakhir adalah relaksasi. Terakhir dilakukan relaksasi dengan alunan musik saat hari mulai gelap. Doa-doa menginginkan kesembuhan juga dilontarkan saat duduk. Memohon segala bentuk kebahagiaan dari Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here