Inilah Sejarah Masjid Nabawi yang Perlu Kita Tahu

5antri.blogspot.com

Masjid Nabawi merupakan salah satu peninggalan sejarah kehidupan makhluk paling mulia Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masjid ini sampai saat ini masih dan akan terus disaksikan oleh dunia.

Masjid ini beliau bangun sendiri di kota madinah yang kita kenal. Masjid Nabawi yang saat ini kita lihat berdiri begitu megah dahulunya hanyalah sebuah bangunan sederhana.

Sekarang menjadi masjid yang megah dan terus diperjuangkan umat islam disana. Banyak keutamaan dan manfaat ketika kita sholat di masjid Nabawi ini, salah satunya di terangkan oleh Rasulullah melalui hadisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentu pengen tahu kan bagaimana sejarah masjid mulia ini, yuuk disimak di bawah ini.

1Pembangunan Masjid

cahayadakwah.com

Masjis Nabawi di bangun pada bulan Raibul Awal. Dimana saat itu merupakan di awal-awal hijarahnya Rasulullah ke Madinah.

Pada saat itu masjid belum besar, panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m.

Masjid nabawi pada saat itu belum besar, belum indah dan belum megah. Lantai masjidnya saja adalah tanah yang berbatu, atapnya dari pelepah kurma, dan hanya terdapat tiga pintu, sangat berbeda jauh dengan yang sekarang.

Pada tahun 7 H, karena semakin banyak umat islam, semakin penuh pula masjid nabawi, Rasulullah memutuskan untuk mmperluas masjid. Akhirnya masjid di besarkan, ditambah 20 hasta untuk panjang dan lebar masjid.

Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar. Dimana sahabat Utsman Bin Affan lah yang membiayai pebebasan tanah masjid tersebut.

2Mimbar Nabi

aa-van-dita.blogspot.com

Mimbar pertama yang digunakan oleh Rasulullah pada saat khutbah jumat adalah sebuah pohon kurma. Bayangkan saja, hanya sebuah pohon kurma. Hingga pada saat itu ada salah satu jamaah yang ingin membuatkan mimbar.

Mimbar yang digunakan pada saai itu juga ada keutamaannya lho guys,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Di antara keagungan dan keutamaan mimbar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersumpah di dekatnya, barangsiapa bersumpah di dekat mimbar tersebut dia telah berdusta dan berdosa.

“Janganlah seorang budak laki-laki atau perempuan bersumpah di dekat mimbar tersebut. Bagi orang yang bersumpah, maka dia berdosa…” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan Hakim)

3Raudhah

voa-islam.com

Raudhah adalah tempat yang memiliki keutamaan, seperti di sabdakan Rasulullah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).

Raudhah sendiri adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau, sedangkan jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.

4Shufah Masjid Nabawi

panduanpintarmanasikhajidanumrah.blogspot.com

Setelah kiblat berpindah dari Masjid al-Aqsha mengarah ke Ka’baj di Masjid al-Haram. Rasulullah mengajak para sahabatnya membangun atap masjid sebagai pelindung bagi para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi.

5Rumah Nabi

kaskus.co.id

Rumah baginda Rasulullah terletak dekat dengan masjid Nabawi, mungkin lebih tepatnya kamar Rasulullah, karena saking kecilnya.

Kamar Nabi yang berdekatan dengan masjid Nabawi adalah kamar beliau bersama ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha.

Ketika wafat, Nabi Muhammad dimakamkan di sini, karena beliau wafat di kamar Aisyah, kemudian disusul Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H.

6Keadaan Makam Nabi

mirajnews.com

Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi.

Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu.

Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya.

Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat.

Ketika kaki Umar terlihat, maka ini membuktikan sabda Nabi, bahwa pejuang yang mati syahid, tubuhnya tidak hancur.

Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.

7Perluasan Masjid Nabawi

rumahallah.com

Semenjak dari pembangunan awal masjid nabawi, ada banyak renovasi yang dilakukan, sampai tahun moderen ini pun masjid megah kebanggaan umat islam masih di renovasi.

Di bawah ini riwayat renovasi masjid Nabawi.

berhaji.com
berhaji.com

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melebarkan Masjid Nabawi pada tahun ke-7 H, sepulangnya beliau dari Khaibar.

Pada zaman Umar bin Khattab, tahun 17 H, Masjid Nabawi kembali diperluas. Umar juga menambahkan sebuah tempat yang agak meninggi di luar masjid yang dinamakan batiha.

Tempat ini digunakan oleh orang-orang yang hendak mengumumumkan suatu berita, membacakan syair, atau hal-hal lainnya yang tidak terkait syiar agama. Sengaja Umar membuatkan tempat ini untuk menjaga kemuliaan masjid.

Perluasan masjid di masa Utsman bin Affan tahun 29 H. Perluasan masjid oleh Khalifah Umayyah, Walid bin Abdul Malik pada tahun 88-91 H. Perluasan masjid oleh Khalifah Abbasiyah, al-Mahdi pada tahun 161-165 H.

Perluasan oleh al-Asyraf Qayitbay pada tahun 888 H. Perluasan oleh Sultan Utsmani, Abdul Majid tahun 1265-1277 H. Perluasan oleh Raja Arab Saudi, Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1372-1375 H.

Perluasan oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Fahd bin Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1406-1414 H. Perluasan masjid yang saat ini sedang berlangsung oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Abdullah bin Abdul Aziz.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here