4 Masalah dan 4 Solusi Parenting untuk Perkembangan Psikologi Anak

abiummi.com

Pendidikan anak adalah hal yang tidak akan pernah selesai dalam kehidupan rumah tangga. Setiap keluarga memiliki pandangan yang variatif tentang bagaimana mereka mendidik anak menuju kedewasaan sosial, agama dan keilmuan.

Hasilnya pun akan selalu menunjukkan variasi yang tidak akan pernah habis untuk disimpulkan menjadi teori psikologi yang baru dan baru lagi. Namun paling tidak dapat disepakati bahwa peran orang tua adalah faktor yang paling kritis.

Berikut akan diuraikan beberapa masalah dan alternatif solusi parenting untuk menjaga perkembangan psikologi anak tetap pada jalur yang benar. Tentu saja proses parenting harus melibatkan peran orang tua sebagai sentral dalam pendidikan psikologi anak.

1Sindrom Baby Blues

nurturecharity.org

Beberapa masalah pada kelahiran anak pertama terutama pada para pasangan muda adalah sindrom baby blues yang dialami oleh ibu-ibu muda. Ibu muda tidak terkontrol perasaannya dan menjadi sangat moody.

Hal ini bisa saja terjadi karena perubahan kondisi kehidupan sang ibu muda secara mendadak. Ia mulai membayangkan betapa merepotkannya kehidupan ibu dibandingkan kehidupan sebelum menjadi ibu.

Ditambah lagi umumnya para ayah merasa lelah setelah pulang kerja dan menjadi kurang perhatian dengan istri mereka. Hal ini sebenarnya bisa dikomunikasikan dengan baik antara suami dan istri agar terjadi kesepakatan yang kontruktif.

2Peran Ibu dalam Psikologi Anak Usia Dini

yaniasaisyah.wordpress.com

Ibu dengan segudang kesibukan dimungkinkan hanya memberikan ASI berupa fisik saja. Artinya ia berpikir bahwa yang penting anak mendapatkan ASI, entah itu lewat botol dan lain-lainnya.

Kondisi tersebut membuat ikatan batin antara ibu dan anak tidak terjadi. Lebih dari itu, asupan psikis anak juga tidak terpenuhi. Anak bisa saja tumbuh subur secara fisik normal tanpa masalah.

Namun, kejiwaan anak bisa jadi tidak jauh dari perilaku kekanak-kanakan. Padahal sudah bukan waktunya lagi mereka bersikap kekanak-kanakan. Anak menjadi tidak peka dengan apa yang dirasakan ibunya.

3Ibu Mengambil Peran Ayah

thefederalist.com

Kamu harus melakukan komunikasi serius tentang ini. Peran ayah dan ibu, pembagian tugas, person in charge­-nya harus jelas. Ibu jangan memonopoli peran ayah. Ayah juga jangan menganggap bahwa kewajibannya hanya mencari uang.

Peran otoritas dalam keluarga adalah milik ayah. Jadi segala aturan yang menggunakan kata “jangan” dan “harus” hanya boleh diucapkan oleh ayah. Jika anak merasa tidak setuju, ia masih punya ibu untuk berlindung.

Disitulah peran ibu dalam membangun psikologi anak. Menenangkan buah hati dan membiasakannya untuk diskusi tentang sesuatu apapun yang tiak ia mengerti. Ibu harus selalu menjadi orang nomor satu yang setiap saat bisa dicurhati anak.

4Ayah yang Tidak Pernah Pulang

ichsannst33.wordpress.com

Pulang tidak selalu berarti fisik yang berada dirumah, namun juga mental, curahan perhatian dan pemahaman situasi rumah. Ayah harus pulang, turut dalam pengasuhan anak. Ialah yang harus membiasakan anak untuk berani berdiskusi.

Kenapa tidak boleh begini, ayah harus bisa menjawab dengan logis. Kenapa tidak boleh begitu, ayah harus menjelaskan dasar keilmuannya sesuai dengan psikologi anak. Dari sini anak akan belajar untuk dewasa secara sosial.

5Empat Prinsip Dasar Parenting

lampuislam.org

Dari semua hal yang telah diurai diatas, kedua orang tua harus senantiasa menerapkan empat prinsip dasar interaksi parenting dengan anak. Empat prinsip tersebut dipadatkan dalam empat kata yang penuh makna.

Pengingatan. Kebenaran. Kesabaran. Kasih sayang.

k-link.co.id
k-link.co.id

Segala interaksi antara orang tua dan anak haruslah menimbang empat prinsip dasar tersebut. Tidak ada aturan dan kewajiban yang dibebankan pada anak kecuali sebagai pengingatan kebenaran untuknya.

Tidak ada tentangan keras oleh anak kecuali untuk diselesaikan dengan diskusi dan komunikasi penuh kesabaran. Dan tidak ada sedikitpun sikap orang tua terhadap anak yang tidak disusupi oleh rasa kasih sayang yang mendalam.

Selamat belajar menjadi ibu dan ayah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here