Luncurkan Program Petani Digital, Kemenkominfo Serius Mengatasi Masalah Para Petani

Kabar gembira untuk para petani. Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan program Petani Digital. Ikhtiar dari Kemenkominfo berusaha memanfaatkan teknologi informasi untuk menjawab beberapa tantangan yang dihadapi petani.

Menkominfo Rudiantara menyampaikan, perkembangan teknologi informasi, harusnya bisa memberikan dampak yang positif juga ke para petani. Teknologi informasi ini kelak akan membantu masalah penjualan, menambah pengetahuan, yang kemudian bisa mendorong petani untuk meningkatkan produksinya.

Selama ini, para petani memiliki kesulitan untuk berbincang dan berkonsultansi dengan para pakar. Kendala jarak, waktu, dan biaya akhirnya membuat petani akhirnya tidak bisa mengetahui teknik terkini dalam bertani. Namun kini para petani tidak perlu khawatir lagi, telah hadir aplikasi “Petani” untuk para petani.

Aplikasi Petani, Quora nya para petani. via id.techinasia.com
Aplikasi Petani, Quora nya para petani. via id.techinasia.com

Aplikasi “Petani” akan membantu petani agar dapat berkonsultasi dengan penyuluh, kapanpun dan dimanapun. Dari aplikasi ini petani dapat bercakap atau ajukan pertanyaan mengenai tata cara bertani. Pertanyaan ini nanti bisa dijawab oleh siapa saja. Inilah Quora nya para petani.

Aplikasi ini telah lama diluncurkan. Sampai saat ini terdapat 116 ribu pengguna di seluruh Indonesia. Para pengguna meliputi mulai dari petani, para pemula di dunia cocok tanam, sampai peneliti dari kampus. Layaknya aplikasi lain, “Petani” bisa digunakan dimanapun dan kapanpun.

Masalah petani lainnya terdapat pada rantai distribusi yang panjang. Hal ini kerap tidak memberikan keuntungan bagi petani. Bahkan kerap, kondisi justru merugikan mereka. Untuk permasalahan ini kemudian hadirlah Limakilo.id.

limakilo
limakilo.id, memotong rantai distribusi. via youtube.com

Lewat Limakilo.id, petani bisa menjual langsung ke konsumen lewat distributor yang memakai aplikasi Limakilo.id. Dengan menggunakan aplikasi ini, para petani akan bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi, dan dari sisi pembeli bisa memperoleh harga yang lebih murah.

Bahkan kini Kemenkominfo tengah menyiapkan aplikasi supaya petani dapat lihat harga komoditas di pasar. Petani diharapkan akan mengetahui berapakah harga komoditas yang semestinya mereka jual mengikuti harga pasar.

Menkominfo sadar, para petani memanglah belum pasti melek teknologi. Oleh karena itu, Kemenkominfo telah menyiapkan relawan yang siap turun ke lapangan untuk mengajarkan dan menyosialisasikan beragam aplikasi yang ada. Rudi berharap, sekalipun misalnya sang petani masih tidak bisa, setidaknya anak dari petani tersebut akan menguasai penggunaannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here