Amalkan Ini, Kamu Bisa Lebih Kaya Dari Bill Gates

Posted on

Siapa sih yang tidak ingin rezekinya lancar? Hampir semua manusia pasti mendambakan rezeki lancar dan melimpah demi bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang rezekinya seret meskipun sudah berusaha keras.

Rezeki bisa datang lebih cepat dan berkah, asalkan kita tahu kuncinya. Sebelum kita bagikan rahasianya, sebaiknya Anda memahami apa yang dimaksud rezeki berkah. Rezeki bisa dikatakan berkah apabila: mendatangkan ketenangan, bermanfaat untuk orang banyak, membuat Anda ringan bersedekah, membuat Anda merasa cukup dan banyak bersyukur, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan rejeki berkah, kita harus menempuh cara halal dan toyib. Nah, agar rejeki Anda lancar dan berkah, simak rahasia mempercepat datangnya rezeki dengan ibadah dan doa berikut ini dari berbagai sumber.

Jadilah Pekerja Keras

satujam.com

Kaidah ini muncul dari kaidah yang pertama dan tegak di atasnya. Artinya, harta dalam pandangan Islam merupakan sarana hidup yang baik dan untuk berbuat kebaikan, maka kita harus berusaha untuk memperoleh harta itu sesuai dengan sunatullah dalam mengaitkan antara sebab dan musababnya.

Islam mengajak kita untuk berusaha dan bekerja. Islam juga memerintahkan kita agar jauh dari sikap putus asa dan malas. Beberapa firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Dia-lah yang menjadikan bumi ini budak bagi kamu, berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali) setelah dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15)

“Apabila shalat telah dikerjakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jum’ah: 10)

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang menyantap makanan yang lebih baik daripada makanan yang dihasilkan dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Bukhari)

Islam memang tidak hanya menyeru manusia untuk beraktivitas duniawi. Tetapi aktivitas tersebut dapat dimasukkan dalam kategori ibadah kepada Allah, selama dilakukan dengan niat karena Allah dengan mematuhi hukum-hukum-Nya.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa keluar rumah untuk berusaha (menghidupi) anaknya yang masih kecil, ia berada di jalan Allah. Jika ia keluar demi kedua orang tuanya yang telah renta, ia berada di jalan Allah. Jika keluar demi menghidupi dirinya –agar menjadi orang terhormat– ia pun berada di jalan Allah.” (HR. Thabrani)

Dalam mendorong seseorang untuk bercocok tanam, Rasulullah bersabda,

“Tidaklah seorang Muslim menanam suatu pohon lalu datanglah burung, orang, atau binatang untuk memakannya, melainkan ia bernilai sedekah.” (HR. Muttafaq alaih)

Dalam menggembala ternak, Rasulullah bersabda, “Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali pernah meggembala kambing. Dan saya dulu juga pernah menggembala kambing milik penduduk Makkah dengan imbalan gaji.” (HR. Bukhari)

Dalam bidang wiraswasta, Rasulullah mencontohkan dengan Nabi Daud a.s. yang diberi kemampuan oleh Allah dapat melunakkan besi untuk dibuat baju perang. Nabi bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. tidak makan, kecuali dari hasil kerjanya sendiri.” (HR.Bukhari)

Rasulullah juga memerangi tradisi bangsa Arab yang suka menghina pekerjaan wiraswasta dan kerajinan tangan, sementara sebagian mereka mengandalkan meminta-minta kepada orang berada.

Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika ada seseorang di antara kamu yang mengambil tali dan mengikatkan di punggungnya lalu kembali dengan membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya dan menjualnya, sehingga dengan itu Allah memberinya kehormatan, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta, baik diberi atau ditolaknya.” (HR. Bukhari)

Shalat Tahajud

Shalat tahajud emang luar biasa efeknya, selain membuat kamu dekat dengan ALLAH, membuat tubuh sehat juga dapat melancarkan rezeki. Waktu yang tepat untuk shalat tahajud adalah di sepertiga malam terakhir setelah kamu tidur terlebih dahulu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan.

Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir.

Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Hubungan hadist diatas dengan rezeki adalah jika kamu mempunyai semangat dan hatimu bergembira tentu otak akan berpikir jernih dan lancar, kreatifitas muncul, ide muncul, hal ini lah yang akan mendatangkan rezeki buat kamu.

Prof. Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc membuktikan, salah satu keajaiban shalat tahajud adalah Allah melapangkan rezekinya. “Kita harus yakin bahwa Allah SWT akan mempermudah hamba-hamba-Nya yang selalu ingin dekat dengan-Nya,” tegas beliau

Ini Sholat Sunnah Yang Bikin Kamu Lerbih Kaya Dari Bill Gates!

palingyunik.blogspot.co.id

Diantara sekian banyak macam shalat sunnah, diantaranya ada shalat yang sunnah apabila dlaksanakan maka akan mendapatkan kebaikan nilainya dari dunia dan isinya. Berdasarkan beberapa riwayat shalat sunnah tersebut selalu di jaga dan di laksanakan oleh Rasulullah Saw. sebab shalat tersebut  memilki keutamaan dan balasan pahala besar yang dijanjikan Allah Swt bagi orang-orang yang melaksanakannya. Lalu shalat sunnah apakah yang dimaksud yang memiliki kebaikan nilainya melebihi dinia dan isinya? Itu artinya kita bisa lebih kaya dari Bill Gates, Mark Zuckerberg atau Orang terkaya di dunia lainnya!

Adapun shalat sunnah yang dimaksud adalah shalat sunnah Fajar. Shalat sunnah fajar itu, maksudnya adalah shalat sunnah qabliyah subuh. Untuk itu marilah kita laksanakan shalat sunnah fajar sebelum shalat subuh. Tapi pada pembahasan kali ini akan ana paparkan tentang dibalik shalat sunnah fajar, mungkin saja ada hikmahnya dibalik itu semua. Ingin tahu apa itu? Silakan penjelasan tentang shalat sunnah fajar di bawah ini.

Allah swt adalah Zat yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi, Maha Pemurah lagi Maha Adil. Begitu banyak nikmat dan pahala yang telah Allah swt berikan dan janjikan kepada umat yang taat kepada-Nya. Setiap perintah ibadah yang diserukan kepada manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Setiap perintah ibadah memiliki nikmat dan pahala yang begitu besar, yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Setiap perintah ibadah merupakan ladang nikmat dan pahala bagi umat manusia.

Jangankan pada ibadah yang wajib, ibadah yang sunnah pun banyak sekali yang didalamnya telah Allah swt tempatkan nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik hanya ole orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut. Shalat sunnah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang memiliki ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan mengistiqomahkannya.

Memang, shalat fajar ini merupakan salah satu sholat sunnah yang jarang sekali diamalkan oleh umat muslim, meskipun hanya dilakukan dalam dua rakaat yang ringan. Faktor penyebabnya hanya satu, karena mereka harus bangun lebih pagi. Dan kenyataannya, sangat sedikit sekali umat muslim yang memang sanggup untuk bangun di pagi buta. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jamaah shalat shubuh yang hadir disetiap masjid dan musholah. Untuk musholah, dapat penuh sampai satu shaf saja sudah Alhamdulillah. Seandainya setiap umat muslim benar-benar mengerti dan memahami ganjaran apa yang ada dibalik shalat sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi Saw, Beliau bersabda : “Dua rakaat (sebelum) fajar (shalat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Merujuk pada sabda Rasulullah Saw diatas, dapatkah kita bayangkan sebesar apa atau seperti apakah sebenarnya nilai dari sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah. Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang dijanjikan Allah swt bagi orang-orang yang selalu mengistiqomahkan sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar, hingga Rasulullah saw pun sangat menjaga sholat sunnah tersebut daripada sholat sunnah yang lainnya.

Dan logikanya, kalau Rasulullah Saw saja yang sudah dijamin dengan surga masih sangat menjaga sholat sunnah tersebut, lalu apa yang menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah Saw yang pastinya tidak pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.

Ummul Mukminin, Aisyah RA berkata, “Rasulullah Saw sangat menjaga shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bila dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya.” Sholat sunnah dua rakaat sebelum shubuh atau shalat sunnah fajar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan sholat sunnah qobliyah shubuh memang bukanlah salah satu ibadah yang diwajibkan, namun sholat sunnah ini merupakan salah satu ibadah yang sangat di anjurkan atau yang biasa disebut dengan sunnah muakkad.

Shalat sunnah ini dikerjakan sebelum waktu fajar dengan jumlah rakaat yang ringan. Shalat sunnah ini hanya terdiri atas dua rakaat yang dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu berlama-lama. Karena di dalam sebuah riwayat pun telah dikatakan bahwa Rasulullah Saw telah mengerjakan sholat sunnah fajar dengan cepat, sehingga para sahabat mengira bahwa beliau tidak membaca surat Al – Fatihah. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw membaca surat Al – Kafirun pada rakaat pertama setelah membaca Al – Fatihah, dan membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah.

Doa di Pagi Hari

tuntunansholat.com

Doa merupakan kekuatan dan senjata seorang muslim, jika kamu berdoa di pagi hari setelah selesai sholat tahajud akan menjadi paket kesatuan yang lengkap. Dan itu menjadi pendukung usaha kamu agar rezeki kamu lancar di hari tersebut.

Tahajud itu saja sudah luar biasa apalagi kamu tambah dengan doa dengan hati yang sesungguhnya serta dengan penuh keyakinan ALLAH akan memperlancar rezeki kamu, maka hari itu hari yang sempurna bagi kamu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, aku akan memperkenankan doanya.

Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sedekah

witamitravel.com

Sedekah merupakan salah satu langkah nyata agar rezeki kamu lancar, sedekah bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan saat apa saja, kesempatan bersedekah pun terbuka lebar, jadi jangan ragu sedekah ketika ingin rezeki kamu lancar.

Sedekah yang paling utama yaitu di waktu pagi, karena malaikat juga mendoakan orang yang bersedekah dan orang pelit.

“Tidaklah berlalu pagi di setiap hari kecuali ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang berinfak”

Sedangkan malaikat yang satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Ingat guys, doa manusia sering tertolak karena terlalu banyak maksiat yang dilakukan, tapi sangat berbeda dengan doa malaikat

Shalat Dhuha

ldk.stmik-dci.ac.id

Sedekah merupakan salah satu amalan yang mengundan rezeki, sholat dhuha bisa dilaksanakan di waktu pagi setelah matahari terbit dan sebelum matahari diatas kepala.

Sholat dhuha seperti bersedekah, yaitu bersedekah sendi dalam tubuh manusia, sesuai sabda Rasulullah dibawah ini.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?”

Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah.

Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Rutinkan Shalat Jamaah Di Masjid dan Tepat Waktu

sholat jamah sumber yufid.tv

Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala.

“Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh syaikh al Albani).

Sedapat mungkin lakukan shalat fardhu di masjid berjamaah disertai dengan shalat sunat qabliyah dan ba’diyahnya. Qabliyah adalah shalat sunat sebelum shalat wajib yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya dan sebelum subuh.

Sementara ba’diyah adalah shalat sunat sesudah shalat fardhu, yaitu 2 rakaat setelah dhuhur, setelah magrib dan setelah isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kepada masjid.

Jangan pernah menunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat.

Simak dialog berikut ini agar bisa kita petik hikmahnya. Sesungguhnya sholat yang paling afdhal adalah sholat tepat waktu. Ingin rezeki lancar dan tidak tertunda-tunda, sholatlah tepat waktu.

Penanya : “Kerja disini digaji pak?”


Satpam : “Iya dong pak.”


Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang ngga’ punya pekerjaan apalagi digaji”


Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan pak, sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”


Penanya : “Ooo begitu ya pak. Oh ya, sudah sholat pak?”


Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.”


Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya ashar. Kalau bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu sholat, rata-rata bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 3520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang bapak merasa bosan itu, bapak telah kehilangan 3 tahun menunda sholat.”


Satpam : “Wah, iya-ya pak. Banyak banget ya.”


Penanya : “Iya pak. Wajar kalau rezeki bapak tertunda juga.”


Penanya : “Sholatlah tepat waktu pak. Kalau sudah bisa, sholatlah berjama’ah, kalau sudah bisa, tambahkan dengan yang sunah, kalau sudah bisa, lengkapi dengan sholat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah.”


Satpam : “Iya pak, astaghfirullah. Jadi selama ini saya sendiri yang menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”

Mungkin juga sebagian rezeki yang tertunda selama ini adalah buah dari ketidaktaatan kita pada perintah Sang Pemilik Kekayaan dan Pemberi rezeki. Astaghfirullahal’adziim. Yaa Robb ampuni dan kasihilah hamba-Mu ini.

Zikir sesudah shalat

akhwatindonesia.net

Setelah shalat jangan langsung berdiri tapi bacalah zikir yang biasa anda baca ditambah dengan membaca asmaul husnah Ya Fattah ya Razaak 11 kali, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali dan Surah Al Ikhlas 3 kali.

Rutinkan setiap selesai shalat. Khusus selesai shalat subuh dan ashar ditambah dengan membaca 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.

Perbanyak Istighfar

Apa hubungan antara istighfar dan rezeki? Mungkin ada yang bertanya seperti itu, padahal dengan istighfar kita berarti mengaku salah dan lemah di hadapan Allah SWT. Kalau menyadari kelemahan, berarti otomatis kita yakin dengan kehebatan Allah SWT menghadirkan rezeki.

Dijamin pula olah Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abdullah bin Abbas ra).

Dalam hadits lain diperjelas, Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan keluh kesah menjadi kegembiraan, kesempitan menjadi keleluasaan.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Berapa jumlah istighfarnya? Tentu saja sebanyak-banyaknya, sekuat kita. Minimal seperti uswah atau contoh Nabi Muhammad SAW, setidaknya 70-100 kali setiap hari.

Bacalah istighfar sebanyak 100 kali setiap hari. Karena bisa saja setiap hari kita berbuat dosa yang kita sadari maupun tidak.

Tutup Malam Dengan Shalat Sunat 2 Rakaat

www.ummi-online.com

Begitu kantuk menyerang jangan langsung tidur tapi lakukan shalat sunat 2 rakaat sebelum tidur, baca Surah Al Kafiruun di rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu jangan lupa membaca Surah As Sajdah, Al Mulk atau Ar Rahman (pilih salah satu).

Lakukan amalan-malan ini rutin. Bisa dibuat check list untuk membantu mengecek apakah salah satu amalan sudah dilaksanakan atau belum. Wallahu alam.

Menyempatkan Diri Untuk Ibadah

tarbawiyah.com

Bahasanya aneh ya kelihatannya, ibadah kok disempat-sempatkan sih, Tapi itulah kenyataannya. Tanpa sadar, kita lebih antusias mengejar dunia, sampai-sampai ibadah terabaikan. Makanya sangat beruntung sekali jika kita mampu menyempatkan diri untuk beribadah di tengah-tengah kesibukan kita.

Sungguh Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pengabdian kita seperti firmannya dalam hadits Qudsi,

“Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahKu, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya, maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak menutup kefakiranmu.” (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Al Hakim dari Abu Hurairah RA).

Stop Maksiat

Ternyata masih ada yang berfikir soal uang atau rezeki urusan usaha. Tak hanya itu, masih ada yang berani berkesimpulan urusan maksiat itu soal balasan akhirat. Padahal kemaksiatan menghalangi aliran rezeki dari Allah SWT. Kemaksiatan pun menjadi tembok yang menghalangi permohonan ampun kita kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,

“Dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmizi).

Bentuk-bentuk kemaksiatan tentunya sangat banyak, mulai dari kemaksiatan mata, maksiatnya lisan, maksiatnya hati, pikiran dan sebagainya.

Ingat Terus Kepada Allah SWT

muhasabah

Dalam bahasa agama dikenal dengan berzikir. Sungguh dengan banyak mengingat Allah SWT, akan membuat hati tenang dan kehidupan terasa lapang.

Nah, kelapangan itu bagian dari rezeki yang tak ternilai karena hanya orng yang beriman saja yang mendapatkannya. Allah SWT berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا
بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QA. Ar Ra’d: 28).

Misalnya saja sambil sempatkan untuk berzikir meski hanya dalam hati. Selalu bertahmid sebagai ucapan syukur setiap waktu. Bisa juga memulai setiap aktivitas dengan membaca Basmallah.

Berbakti Pada Orang Tua

belajarislam.com

Berbahagialah bagi yang masih mempunyai orang tua. Sebab, terbuka kesempatan mendulang fadulah taat dan berbakti kepada keduanya. Sungguh, amalan yang satu ini tiada yang mengelak fadilahnya. Dalam hadits riwayat dari Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW berpesan, siapa yang ingin panjang umur dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan.

Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa berbakti kepada ibu bapaknya, maka kebahagianlah untuknya, dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR. Abu Ya’ala, At Tabrani, Al Asybahani dan Al Hakim).

Minimal menyempatkan diri mendoakannya setelah shalat fardhu. Subhanallah…. mendoakan ibu bapak juga menjadi sebab mengalirnya rezeki.

Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki daripadanya.” (HR. Al Hakim dan Ad Dailami). 

Suka Menolong

isigood.com

Berbuat baik kepada orang yang lemah, termasuk juga menggembirakan dan membahagiakan orang tua, orang yang sakit, anak yatim dan fakir miskin juga termasuk istri dan anak-anak kecil. Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki, melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu. (HR. Bukhari).

Peduli Sesama

cescjr.wordpress.com

Maksudnya adalah betapa indahnya jika kita yidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga kita saja, namun juga mampu memenuhi kebutuhan orang lain. Subhanallah… Jika bisa menjadi seperti itu, Insya Allah akan menjadi sebab Allah melapangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang menunaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatnya…,” (HR. Muslim).

Rajin Silaturahim

dainusantara.com

Subhanallah…amalan yang satu ini juga sangat luar biasa fadilahnya. Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya.” (HR. Bukhari).

Tetapi, silaturahim bukanlah memberi atau mengunjungi orang yang biasa mengunjungi kita. Namun silaturahim lebih aktif, menyambung hubungan yang terputus agar embali bersatu lagi. Rasulullah SAW bersabda,

“Yang disebut bersilaturrahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilarurrahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus.” (HR. Bukhari).

Jadilah Wiraswasta atau Pedagang

www.entrepreneurmuslim.comraswas

Berdagang adalah profesi yang mulia dalam Islam. Buktinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri adalah pedagang dan beliau memuji serta mendoakan para pedagang yang jujur.

Rasulullah adalah pedagang

Ketika berusia 25 tahun, beliau pergi berdagang ke negeri Syam dengan membawa modal dari Khadijah radhiallahu’anha yang ketika itu belum menjadi istri beliau. Ibnu Ishaq berkata: “Khadijah binti Khuwailid ketika itu adalah pengusaha wanita yang memiliki banyak harta dan juga kedudukan terhormat. Ia mempekerjakan orang-orang untuk menjalankan usahanya dengan sistem mudharabah (bagi hasil) sehingga para pekerjanya pun mendapat keuntungan. Ketika itu pula, kaum Quraisy dikenal sebagai kaum pedagang. Tatkala Khadijah mendengar tentang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam (yang ketika itu belum diutus menjadi Rasul, pent.) mengenai kejujuran lisannya, sifat amanahnya dan kemuliaan akhlaknya, maka ia pun mengutus orang untuk menemui Rasulullah. Khadijah menawarkan beliau untuk menjual barang-barangnya ke negeri Syam, didampingi seorang pemuda budaknya Khadijah yang bernama Maisarah. Khadijah pun memberi imbalan istimewa kepada beliau yang tidak diberikan kepada para pedagangnya yang lain. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun menerima tawaran itu dan lalu berangkat dengan barang dagangan Khadijah bersama budaknya yaitu Maisarah sampai ke negeri Syam” (Sirah Ibnu Hisyam, 187 – 188, dinukil dari Ar Rahiqul Makhtum, 1/51)

Para sahabat Nabi adalah pedagang

Mungkin kita semua ingat kisah ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu’anhu, bagaimana kehebatan beliau dalam berdagang,

قدِمَ عبدُ الرحمَنِ بنُ عَوفٍ المدينَةَ، فآخَى النبي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بينَهُ وبينَ سعدِ بنِ الرَّبيعِ الأنْصاريِّ فعرَضَ عليهِ أنْ يُناصِفَهُ أهلَهُ ومالَهُ، فقال: عبدُ الرحمَنِ بارَكَ اللَّهُ لك في أهلِكَ ومالكَ دُلَّني علَى السُّوقِ، فرَبِحَ شَيئًا من أَقِطٍ وسَمْنٍ

“Abdurraman bin Auf ketika datang di Madinah, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari. Lalu Sa’ad menawarkan kepada Abdurrahmah wanita untuk dinikahi dan juga harta. Namun Abdurrahman berkata: ‘semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu, tapi cukup tunjukkan kepadaku dimana letak pasar’. Lalu di sana ia mendapatkan untung berupa aqith dan minyak samin” (HR Al Bukhari 3937)

Dan juga para sahabat Nabi yang lain, banyak yang merupakan pedagang. Abu Bakar radhiallahu’anhu adalah pedagang pakaian. Umar radhiallahu’anhu pernah berdagang gandum dan bahan makanan pokok. ‘Abbas bin Abdil Muthallib radhiallahu’anhu adalah pedagang. Abu Sufyan radhiallahu’anhu berjualan udm (camilan yang dimakan bersama roti). (Dikutip dari Al Bayan Fi Madzhab Asy Syafi’i, 5/10)

Hadits-hadits motivator pedagang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seringkali memuji dan memotivasi para pedagang. Diantaranya beliau bersabda:

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada” (HR. Tirmidzi no.1209, ia berkata: “Hadits hasan, aku tidak mengetahui selain lafadz ini”)

عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: «عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ»

Dari Rafi’ bin Khadij ia berkata, ada yang bertanya kepada Nabi: ‘Wahai Rasulullah, pekerjaan apa yang paling baik?’. Rasulullah menjawab: “Pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan tangannya dan juga setiap perdagangan yang mabrur (baik)” (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 5/263, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 607)

Demikian juga para ulama salaf, banyak diantara mereka yang merupakan para pengusaha dan pedagang. Dengan demikian mereka hidup mulia dan tidak bergantung pada belas kasihan orang. Pernah suatu ketika Sufyan Ats Tsauri sedang sibuk mengurus hartanya. Lalu datanglah seorang penuntut ilmu menanyakan sebuah permasalahan kepadanya, padahal beliau sedang sibuk berjual-beli. Orang tadi pun lalu memaparkan pertanyaannya. Sufyan Ats Tsauri lalu berkata: ‘Wahai anda, tolong diam, karena konsentrasiku sedang tertuju pada dirhamku, dan ia bisa saja hilang (rugi)’. Beliau pun biasa mengatakan,

لو هذه الضيعة لتمندل لي الملوك

“Jika dirham-dirham ini hilang, sungguh para raja akan memanjakan diriku”

Ayyub As Sikhtiani rahimahullah juga berkata:

الزم سوقك فإنك لا تزال كريماً مالم تحتج إلى أحد

“Konsistenlah pada usaha dagangmu, karena engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain”

Jangan jadi pedagang durjana

Walau banyak sekali keutamaan menjadi pedagang, namun Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mewanti-wanti dengan keras para pedagang. Beliau bersabda:

إِنَّ التُّجَّارَ هُمُ الْفُجَّارُ

“Para pedagang adalah tukang maksiat”

mendengar ini, para sahabat kaget dan bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual-beli?”. Rasulullah menjawab,

بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ فَيَأْثَمُونَ

“Ya, namun mereka sering berdusta dalam berkata, juga sering bersumpah namun sumpahnya palsu”. (HR. Ahmad 3/428, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/707)

Yang beliau maksud adalah para pedagang yang durjana, yang bermaksiat dalam usaha dagangnya. Dalam Al Mu’tashar (1/334), Imam Jamaludin Al Malathi Al Hanafi (wafat 803 H) berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebut pedagang sebagai tukang maksiat secara mutlak karena demikianlah yang paling banyak terjadi, bukan berarti secara umum mereka demikian. Orang arab biasa memutlakan penyebutan pujian atau celaan kepada sekelompok orang, namun yang dimaksud adalah sebagian saja”.

 

***

Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist

palingyunik.blogspot.com

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambaNya yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’).

Dan doa adalah suatu bentuk ibadah agung yang Alloh Ta’ala perintahkan :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Q.S:Ghaafir: 60)

 

Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

Di antara doa doa yang berkaitan dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist adalah sebagai berikut ini:

  1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar. Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,

“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”

Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullâh. (HR. Muslim)

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.

Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar  yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

2. Doa memohon limpahan rezeki

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya :

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah/5: 114)

3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.

Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.

4. Doa minta kecukupan rezeki

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

Artinya :

Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,  sehingga aku tidak memerlukan yang haram,  dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)

5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.


Artinya :

“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari  kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).

Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)

6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang

اللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيْلَ وَالقُرْآنَ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَاغْنِنِيْ مِنَ الْفَقْرِ.
Artinya :

“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).

7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya :

 “Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah).

Demikianlah beberapa kumpulan doa pembuka rezeki yang diambil dari Al-Qur’an dan Hadist, semoga artikel tentang Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist dapat menjadi wasilah rezeki anda semakin lancar, barokah dan tentunya halal, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

***

Ini Tiga Alasan Orang Islam Wajib Kaya

bisnis.liputan6.com

Pendiri Majelis Taklim Wirausaha (MWT) Ustaz Valentino Dinsi memaparkan sejumlah alasan mengapa Islam mewajibkan umatnya untuk tidak miskin. Hal itu disampaikannya saat mengisi materi di Milad Akbar Masjid Agung At-Tin, seperti dikutip Republika.

Pertama, terkait dengan Rukun Islam. Dari lima ketentuan di dalamnya, hanya dua yang tidak memerlukan dukungan finansial, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat dan shalat lima waktu.

“Rukunnya ada lima. Cuma dua yang enggak butuh duit. Puasa butuh enggak? Butuh. Zakat? Haji? Apalagi. Jadi sejak awal, agama kita ini bicara tentang muamalah. Dua per tiga Alquran tentang muamalah,” kata dia.

Kedua, lanjut dia, Nabi SAW juga pernah bersabda bahwa “Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah.” Islam, kata Ustaz Valentino, bukan agama yang anti-uang.

Ketiga, periodisasi hidup Rasulullah SAW sendiri. Dia memaparkan, Nabi Muhammad SAW sejak bayi hingga 12 tahun hidup sebagai kanak-kanak. Kemudian, pada usia 12 tahun Nabi SAW ikut pamannya berniaga ke Suriah. Bakat dagang beliau SAW mulai dipupuk sejak dini.

Maka pada usia 17 tahun, Rasulullah SAW mendirikan perusahaan sendiri dalam bidang distribusi. Salah satu pelanggan beliau SAW adalah Khadijah, yang kelak melamarnya dan menjadi istri pertama Nabi SAW.

Ustaz Valentino menuturkan, mas kawin Nabi SAW adalah 20 ekor unta merah, yang merupakan jenis unta terbaik. Ia berseloroh, bila situasinya kini, maka Nabi SAW melamar Khadijah dengan 20 unit mobil mewah.

Menginjak usia 37 tahun, Nabi SAW menjadi saudagar yang kaya raya. Dalam masa itu, beliau SAW melakukan uzlah karena hatinya gelisah melihat kondisi jahiliyah lingkungannya.

Pada usia 40 tahun, beliau SAW menerima wahyu pertama dari Allah. Sejak saat itu, ia berjuang menyampaikan risalah Islam. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW wafat dalam usia 63 tahun. Karena itu, jelas Ustaz Valentino, Nabi SAW hidup lebih lama sebagai pedagang daripada sebagai utusan Allah.

Umar bin Khattab, misalnya, terkenal sebagai sosok yang keras, tegas, namun begitu penyayang terhadap kaum papa. Ketika Umar berkuasa, Kerajaan Parsi dan Kerajaan Romawi Barat takluk di hadapan pasukan Islam. Namun, pola hidup Umar bin Khattab begitu sederhana. Beliau tidur hanya beralaskan pelepah kurma.

Ketika beliau wafat, menurut catatan sejarah, kata Ustaz Valentino, Umar meninggal dunia sebagai orang kaya raya. Rupanya, Umar memang memilih pola hidup prihatin tetapi tidak berarti miskin.

“Kekayaan Umar bin Khattab radhiya Allahu anhu pada saat meninggal sebesar Rp 11,2 triliun. (Data) itu dari Kitab al-Fiqh al-Iqtishadi Li Umar Ibn al-Khaththab, halaman 44 dan halaman 99. Itu saya hitung dengan nilai konversi 1 dinar sama dengan Rp 2,5 juta.”

Selain Umar, lanjut dia, ada Utsman bin Affan, Amr bin Ash, Zubair bin Awam, dan Abdurrahman bin Auf. Kelimanya merupakan sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk surga.

Alquran sendiri melarang orang Islam untuk meninggalkan anak cucunya dalam keadaan miskin. Hal ini merujuk pada Surah an-Nisa ayat 9. Ustaz Valentino menjelaskan konteks turunnya ayat ini. Ada seorang sahabat Nabi SAW yang mau memberikan 100 persen dari total hartanya kepada Islam kelak ketika ia wafat. Namun, Nabi SAW melarang rencana itu.

Kemudian, orang itu mengubahnya menjadi 50 persen. Nabi SAW masih melarangnya. Akhirnya, sahabat tersebut menentukan sepertiga dari total hartanya untuk disedekahkan kepada Islam, barulah Nabi SAW menyetujuinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *